Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Juni 2009

Seven Pounds....

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Drama
phone dialling:
........ : " 911 emergency"
a man : I need an Ambulance
911 : I have you at 9212 West Third Street in Los Angeles
a man : *sobbing* yes...room number 2
911 : what's the emergency
a man : there's been a suicide
911 : who is the victim
a man : I am...

kemudian...scene berlanjut ke Ben (Will Smith) yang berenang dilaut dan ngomel2 ke Ezra, (Woody Harelson) seorang salesman dan pemain piano buta diseberang telp.banting telp dan menyebut 7 nama.
Ben kemudian stal Emily Posa..seorang gadis dengan kelainan jantung.
bertemu dengan pasien tua yang ambekan....kilas balik ke pekerjaan dan bertemu seorang wanita, love of his life.
membingungkan!....
semua scene membingungkan hingga pertengahan durasi...kemudian terjawab. Ben adalah Tim Thomas. menggunakan identitas sang adik untuk mencari orang-orang yang wajib ditolong.

Setelah mendonasikan paru2 untuk Ben Thomas, hati untuk Holly, mendonasikan sumsum tulang belakangnya ke seorang anak kecil dan ginjal keseorang pelatih hockey junior.semua diberikannya tanpa identitas ke penerima donor.

masih ada organ vital lainnya yang ingin dia sumbangan.mata dan jantung! setelah sebelumnya juga memberikan rumah pantainya ke seorang wanita dengan 2 anak yang dianiaya dan terancam oleh pacarnya.
Tim menemukan bahwa. Ezra dan Emily adalah orang yang pantas dan layak untuk menerima mata dan jantungnya.

yah....Tim memilih mengakhiri hidupnya untuk menebus rasa bersalahnya karena telah "membunuh" 7 nyawa termasuk kekasihnya dalam sebuah kecelakaan mobil. ga setuju sih dengan cara terakhir ini. bunuh diri agar jantung dan matanya bisa didonasikan ke 2 orang lagi setelah menolong 5 orang sebelumnya.


film ini sangat menyentuh, Will Smith emang paling pantes maen drama. seperti The Pursuit of Happiness
. karakter orang linglung, putus asa dan dihantui rasa bersalah dimainkan dengan bagus.


Sabtu, 06 Juni 2009

The Boy in The Striped Pyjamas

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Drama
Bruno (9th) harus meninggalkan teman-temannya mengikuti kepindahan Ayahnya yang dipromosi. sebagai anak yang suka berexplorasi dan tipikal anak2 yang rasa ingin tahunya tinggi Bruno menemukan kehidupan baru nya tidak menarik sama sekali. home schooling, tidak ada teman atau tetangga, terkurung dalam rumah berpagar tinggi yang dijaga oleh tentara, anak buah ayahnya.
seharian waktunya dihabiskan sendiri bermain ditaman.

kejanggalan mulai ditemukan Bruno. mulai dari Pavel, house keeper rumah yang keliatan sangat aneh-kemudian Bruno tau bahwa dia adalah seorang dokter-, camp yang disangka Bruno perkebunan dipenuhi lelaki menggunakan (pakaian yang disangka) adalah pijamas, cerobong asap dari "perkebunan" yang mengeluarkan bau tidak sedap.

satu persatu kenyataan mulai terkuak sejak Bruno bertemu dengan anak lelaki seusianya, Shmuel di "perkebunan" yang di batasi pagar listrik. diam-diam Bruno dan Shmuel menjalin persahabatan. persahabatan anak tentara dengan seorang anak yahudi, sesuatu yang tidak biasa saat itu.

Bruno mulai membiasakan diri dengan kondisi tersebut, namun kenyataan yang ditemukan ibu Bruno membawa cerita lain yang harus membuat Bruno pindah. sebelum pindah..Bruno sempat diajak Shmuel untuk masuk ke kamp -dengan menggali tanah- dan mencari ayahnya.

malang kemudian...Bruo dan Shmuel terperangkap dalam ruangan "shower".

hiks...hiks..ga kuat lanjutinnya.
akting 2 bocah keren.

diluar konten film....overall,semua akting pemain kerenz.
mungkin lebih seru kalo baca bukunya kali yah. .ada yang punya ga?.^_^


*gambar dari google

Rabu, 17 Desember 2008

What happen in vegas stay in vegas.

Saya akui membeli dvd series las vegas ini adalah kesalahan.nontn disc 1nya aja,dahi langsung berkerut,..ga ada menarik2nya.mending beli pb4,ga5 atau dhw5 meski blum komplit.

Apa yang membuat saya untk nontn disc selanjutnya adalah pertama text englishnya bgus,saya pake substile ini ktk nontn dvd,sy bljr bnyk vocab dan daily dialouge.kedua sy blajar tentang bgaimana team n sistem bkrja,disini dcasino trbesar dvegas sbg team bkrja untk menjaga casino nyaman ,aman.semua serba canggh,setiap gerak terekam dalam brbgai sudt kamera,staf2nya sangat reliable, mampu membuat pelanggan betah menghamburkn uang demi judi ilegal. Trpesona saya liat krja stafnya,bgt dapt diandalkan,taktis,tanggap.eh ini keliatan bgt sy lg curhat dtinggal 3rekan kerja.1 cuti melahrkan,1 sakt tipes,1 lg promosi pndah cabang.arrgh...meledak rasanya mikirin kerjaan...satu lagi pemilik casino ini baek bgt.

Ok..ok,back to serial td. Apa yang tdk sy suka. Ya itu,judinya,pakaianya...
Ya sudlah,what happend in vegas stay in vegas.

*kangen 3 rekan yg reliable,pd masuk kpn neh.?hiks.

Selasa, 16 Desember 2008

Twilight ...oo twilight

Sepertinya saya msh belum berksmpatan untk nonton film ini dbioskop.ada aja halanganya.he3.td pg striwil minjemin dvd bajakanya ksy dgn gambr yg lumayan dan text inggrisnya yg ancur.
Sepertinya sy kn efk euforia aja dngr yg heboh2 ttg edward collin,vampire ganteng pucat dan vegetarian,jauh dr gambran vampire slama ini.tak minum darah manusia n justru glowing ketika kena sinar matahari. Dia hidup layaknya manusia,bpknya malah seorang dokter. Vampire satu ini beda d. 30menit pertama terasa saat membosankan,aneh malah liat edward n bella yg puth pucet aneh,pdhl bella bukan vampire.

Scene menarik menrut saya ktka edward mengakui kevampire-anya pd bella.dialognya indah,well...iya,romantis.he3.mereka berckap bak pemain teater.

Berasa kocak aja liat keluarga edward yg punya rmah bgus dgn view indah,kalah manusia.:-P

Sebgai vampire edward too good to be true,trlalu smpurna untk ukuran vampire,bs terbang,merayap bak spidrman,kuat,bisa main piano pula.hihihi...

Dah ah..ini filmnya dah mau hbs.he3

Rabu, 02 Januari 2008

curhat Hanung ttg Ayat2 Cinta..part 1

Rating:★★★
Category:Other
ditengah hiruk pikuk Pro cons pemileman NOvel Ayat Cinta, Inna dapet Imel dari Ibu Verni ttg dibalik pembuatan film ini. konon ini dari fs beliau. karena panjang banget inna bagi beberapa bagian deh. ini bagian yang sedang inna baca alias belum selesai. mudah2an Bapak Opik, temen kantor tidak terlalu skeptis liat film ini...:-P

*ps: judulnya suka2 inna yah..
=========================================================

Dikutip dari Blog Mas Hanung
KISAH DI BALIK PRODUKSI AYAT-AYAT CINTA (bag.1)
Aku mulai sadar bahwa tidak mudah membuat film agama. Itulah kenapa ibuku dulu berpesan kalau kamu sudah bisa membuat film, buatlah film tentang agamamu: Islam. Awalnya aku cuma tersenyum mendengar kata-kata ibuku. Senyum yang menyangsikan. Sebab pada waktu itu buatku film agama tidak lebih dari sekedar petuah-petuah yang membosankan. Lelaki berpeci dengan baju koko, bertasbih, kadang berewokan, mulutnya nerocos soal ayat dengan cara menghadap kamera. Membuat dirinya tampak suci dengan mengumbar ayat-ayat Quran. Ah, tidak terbayang olehku sebuah film agama. Tapi aku tidak begitu saja lantas menyerah. Aku coba berangkat dari apa yang aku kenal: Muhammadiyah. Lalu merentet ke sebuah nama: Ahmad Dahlan. Hmm, aku memang menyukai film yang mengangkat satu tokoh: Gandhi, Erin Brokovich, Henry V, Shakespeare, Baghad Sigh, Malcom X, Dan mungkin juga nanti Sukarno (kalau memang jadi difilmkan oleh Hollywood). Film yang mengangkat tokoh bisa membuat penonton bercermin. Dan Agama adalah cermin bagi manusia untuk senantiasa melihat kembali dirinya: Kotor atau bersih?
Lalu aku membuat proposal Ahmad Dahlan untuk aku tawarkan ke PP Muhammadiyah. Ditolak! Muhammadiyah tidak Ada uang, katanya . Aku cuma bengong saja. Tidak Ada uang? Kataku dalam hati. Ah, sudahlah. Mungkin waktu itu aku belom dipercaya. Maklum masih kuliah di IKJ semester Akhir.
Lalu kutinggalkan itikadku membuat film Agama. Aku terjun membuat film Cinta: Brownies, Catatan Akhir Sekolah, Jomblo, dsb ... Dsb ... Tapi aku tetap yakin bahwa suatu saat akan datang masa aku membuat film tentang agama.
Alhamdulillah, benar. MD Entertainment menawari membuat Film Ayat-Ayat Cinta (AAC).
'Kenapa anda membuat film ini?' Tanyaku
'Sederhana. Pertama, Ini film dari Novel best seller. Kedua, penduduk Indonesia 80 persen Muslim. Kenapa saya tidak membuat film tentang mereka? Kalau saya minta 1 persen dari 80 persen masak tidak bisa.'
1% dari 80% penduduk Muslim Indonesia berarti sekitar 2 juta penonton. Dikalikan 10 ribu per tiket. Berarti pendapatan kotor 20 milyar. Kalau bujet produksinya 10 milyar, keuntungan yang didapat 10 milyar.
Aku jadi berfikir, kenapa Muhammadiyah tidak berfikiran begitu ya? Kalau cuma mengumpulkan 2 juta penonton, masa Muhammadiyah tidak sanggup? Bukankah dari 80% tersebut 40% adalah warga Muhammadiyah? Ah, dasar stupid pikirku. Banyak orang Islam tidfak berfikir luas seperti orang-orang Yahudi. Oleh sebab itu Islam selalu dimarjinalkan, mudah diadu domba, dibohongi ... Diakali.
Lalu aku mulai memasuki tahap persiapan Dan riset.
Wallohu ... Aku melihat Islam dari dekat sekali. Sangat dekat. Di Kairo, aku menatap Menara Azhar, aku menyentuh dinding Dan lantai Azhar university, aku mencium bau apek baju-baju Dan karpet mahasiswa Alzhar tetapi memiliki roman muka bersih Dan santun. Aku melihat keikhlasan mereka saat bersujud diatas sajadah buluk. Bibir mereka pecah-pecah oleh panas sekaligus dingin hawa Kairo, tetapi dibalik bibir pecah itu terlantun dzikir panjang menyebut: Alloh ... Alloh ...
Lalu aku melihat seorang syaih duduk bersila dihadapan murid-muridnya. 'Tallaqi' mereka menyebutnya. Aku mendengar seorang melantunkan ayat-ayat Al quran di sudut masjid. Dan juga di pinggiran jalan. Seolah quran bagaikan bacaan novel. Allohu Akbar ... Allohu Akbar. Inikah caramu membuatku dekat dengan agamaku, Ibu?
Darahku menggelora membuat mataku terbelalak. Islam sangat indah. Islam sangat eksotis. Tapi orang-orang Islam seperti tidak mengerti semua itu. Orang-orang Islam di Jakarta lebih memilih jalan-jalan ke eropa daripada ke Kairo.
'Saya akan membuat film ini eksotis, Pak begitu kata saya ke producer.
Dan mulailah persiapan dimulai. Semangatku menggelora. Aku baca buku-buku tentang Fiqih Dan sunnah. Aku libatkan mahasiswa Al Azhar untuk mendampingiku. Aku sangat hati-hati sekali melakukan ini agar apa yang tertulis dalam novel dengan indah pula tersampaikan lewat gambar. Sebuah film yang lembut, yang indah, yang suci tergambar di depan mataku Dan aku yakin sekali bisa mewujudkannya.
Namun semua impianku itu tidak begitu saja mudah diwujudkan.
Pertama kali berita tentang pembuatan film AAC tersebar, halangan pertama datang justru dari pembaca. Diantara banyak yang berharap, mereka juga menyangsikan, sinis, Dan mencemooh. Bahkan Ada yang bilang : 'Wah, sayang sekali novel sebagus ini akan difilmkan. Jadi ill Feel, deh'. Ada juga yang bilang 'Tidak pernah aku lihat Novel yang di filmkan hasilnya bagus, sekalipun Harry Potter. Apalagi ini.'
Pada suatu Hari Ada sekelompok orang datang ke kantor MD, mereka bilang dari organisasi Islam. Mereka datang dengan membawa seorang lelaki berwajah putih Dan seorang gadis berjilbab. Mereka bilang ...
'Ini calon pemain Fahri Dan ini calon pemain Aisha' sambil menunjuk ke lelaki berwajah putih Dan gadis berjilbab itu.
'Kami dari organisasi Islam' lanjutnya 'Kami sangat concern terhadap dakwah islamiah. Kami tidak ingin film Ayat-Ayat Cinta melenceng dari novel Dan ajaran Islam. Kang Abik (Nama panggilan Habiburrahman El Shirasy) sudah tahu tentang ini.'
Kami hanya saling pandang Dan tersenyum. Aku ... Malu sekali.
Tentu saja kami menolaknya. Kami tahu bahwa film ini harus dibuat dengan hati-hati sekali. Kami juga tidak begitu saja memilih pemain hanya semata-mata ganteng dan 'menjual'. Karena itu kami menggandeng ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin sebagai penasehat kami.
Sebelum aku melakukan casting, aku berdiskusi dulu dengan kang Abik. Kang abik sangat concern dengan sosok Fahri. Dia harus turut serta memilih tokoh Fahri. Semula kami membuka casting di pesantren-pesantren. Tetapi hasilnya Nol. Bukan berarti para santri tidak ada yang ganteng dan pintar seperti fahri. Tetapi banyak diantara mereka sudah menganggap 'Film' adalah produk sekuler. Oleh sebab itu banyak diantara mereka tidak mau ikut casting. Saya pernah membaca satu hadist, jangankan membuat film, menggambar manusia saja hukumnya Haram. Nanti di Neraka hasil gambar yang kita buat harus kita hidupkan. Kalau tidak bisa, Malaikat Jibril akan mencambuk kita dengan cambuk api.
Kami melakukan casting lebih dari 5 bulan. Semua yang ikut casting adalah pemain-pemain terkenal. Tapi diantara mereka banyak terjebak pada tuntutan atas 'Kesucian Fahri'. Banyak diantara mereka beracting 'sok suci' dengan melantunkan ayat-ayat dan menyebut asma Alloh dengan berlebihan, mirip seperti ustadz-ustadz di TV-TV. Pernah aku menemukan seorang yang menurutku pas bermain sebagai Fahri. Tetapi lelaki itu tidak beragama Islam. Kang Abik tidak setuju. Lalu ditengah keputusasaan kami datang seorang lelaki. Ganteng, tetapi tidak sombong (tidak merasa dirinya ganteng). Sering kita lihat di Mal-Mal, banyak lelaki pesolek, sadar sekali bahwa dirinya ganteng. Tetapi lelaki ini tidak . Dia sangat santun. Bahasanya pun santun. Ketika berucap Alloh, dia agak-agak canggung. Bahkan tidak fasih seperti ustadz. Pada saat dia sholat aku melihat gerakannya jauh dari sempurna. Tetapi lelaki itu punya mata yang didalamnya mengandung semangat belajar. Dia adalah Fedi Nuril. Aku berdiskusi dengan kang Abik. Terjadi tarik ulur dan perdebatan panjang. Akhirnya kita sepakat memutuskan dia yang main sebagai Fahri. Alasanku adalah, Fahri bukan lelaki sempurna. Tapi yang membuat Fahri tampak sempurna karena dia sadar bahwa dirinya tidak sempurna. Keputusan Fedi Nuril sebagai Fahripun mengundang banyak kesangsian di kalangan pembaca fanatik AAC, terutama di Malaysia. Karena film Fedi Nuril sebelumnya menampilkan Fedi ciuman dengan perempuan bukan muhrim. Fedi pun mengakui itu. Yang membuat aku terharu, Fedi menganggap film AAC sebagai media dia buat dekat dengan Islam. Belajar kembali tentang Islam. Karena film ini, Fedi jadi rajin membuka-buka lagi buku tentang Islam. Bahkan Fedi menyadari segala tingkah lakunya yang tidak Islami selama ini setelah memerankan Fahri. Sungguh, baru kali ini aku rasakan dampak film yang begitu besar mempengaruhi keimanan seseorang. Terima kasih kang abik. terima kasih Ibu.
Pada saat kami mencari sosok Aisha dan Maria, semula kami bersepakat untuk mencari pemain Mesir. Tetapi setelah kami melakukan riset disana, sangat mengagetkan. Perempuan-perempuan Mesir lebih tua dari umurnya. Aku mengcasting seorang perempuan mesir bernama Roughda untuk berperan sebagai Aisha. Tidak hanya cantik, tetapi mainnya luar biasa. Tetapi setelah di sejajarkan dengan Fahri, terlihat Roughda lebih pas sebagai kakaknya daripada isteri Fahri. Padahal umurnya lebih muda 3 tahun dari Fedi Nuril. Lalu kami mencari pemain dengan umur 8 tahun lebih muda dari Fedi. Pada saat kami sejajarkan, sangat pas. Tetapi disaat dia berdialog tentang perkawinan, tidak bisa dipungkiri 'kedewasaannya' tidak tampak. Alias belum matang. Kami bingung dan akhirnya kami sepakat untuk mencari pemain indonesia saja.
Tidak gampang mencari pemain indonesia yang cantik sekaligus solihah. Pak Din Syamsudin berpesan kalau bisa pemain Aisha kesehariannya ber jilbab. Lihatlah siapa artis kita yang bertampang Bule yang seperti itu. Hanya Zaskia Meca saja yang berjilbab dan cantik. Selebihnya tidak ada. Sementara itu Zascia tidak bertampang bule. Dia sangat sunda. Pernah kita meng casting Nadine Candrawinata. Dia sangat cantik dan bermain bagus. Dangat cocok pula berdampingan dengan Fedi Nuril. Tapi Nadine bukan Muslim. Padahal Nadine sudah mau bermain sebagai perempuan Muslim. Aku pernah berdiskusi panjang dengan kang abik soal itu. Aku bilang padanya ...
'Suatu hal yang unik, ketika tokoh Maria yang kristen dimainkan oleh seorang muslim, sementara tokoh Aisha yang Islam dimainkan seorang kristen. Ini akan memperlihatkan sikap toleransi dan demokratisasi dalam Islam seperti di India.'
Tetapi kang abik dan pak Din Syamsudin menyarankan untuk jangan bertaruh terlalu besar di film ini. Masyarakat Islam di Indonesia berbeda dengan India. Di India, masyarakat moslem dan Non Moslem sudah terdidik tingkat kedewasaan dalam toleransi, sementara di Indonesia belum. Akhirnya dipilihlah Ryanti sebagai Aisha dan Carrisa Putri sebagai Maria.
Ketiga pemain itu dikursuskan bahasa arab secara privat untuk mendalami kehidupan Muslim di kairo. Mereka sangat antusias. Namun antusiasme itu harus berhadapan dengan kenyataan bahwa mereka juga punya kesibukan lainnya. Ryanti sebagai VJ di MTV dan Carrisa bermain sinetron. Ryanti yang bagiku sangat keteter ketika berperan sebagai Aisha. Asiha adalah sosok yang memiliki beban berat. Sementara Ryanti sebagai VJ MTV harus selalu tampak riang dan ringan. Sering sekali benturan itu membuat proses pendalaman karakter tidak sempurna. Aku frustasi sendiri. Tetapi aku ingat, bahwa di Film ini kesabaranku benar-benar di uji. Impianku mewujudkan keindahan dan kedalaman Islam terbentur oleh kenyataan sebaliknya: Ringan, Riang, Hedonistik dan Pop. Apalagi ketika producer tiba-tiba berubah pikiran melihat kenyataan penonton Film Indonesia banyak di dominasi anak-anak muda yang pop, ringan dan tidak menyukai hal-hal bersifat perenungan. Dia lantas ingin mengubah karakterr film AAC menjadi sangat pop seperti Kuch Kuch Hotahai ... Tuhanku! Tuhanku! selamatkan film ini ...
Tidak jarang aku berperang mulut dengan producerku ketika meminta adegan Talaqi dibuang. Karena boring dan membuat penonton mengantuk. Lalu beberapa adegan yang bersifat perenungan, seperti pada saat Fahri dipenjara dan menemukan hakikat kesabaran dan keikhlasan dari seorang penghuni penjara yang absurd (dalam novel digambarkan sebagai seorang professor agama bernama Abdul Rauf), Tetapi di Film saya adaptasi sebagai sosok imajinatif, bergaya liar, bermuka buruk tetapi memiliki hati bersih dan suara yang sangat tajam melafatskan kebenaran. Semua adegan itu diminta untuk dibuang atau dikurangi dan lebih mementingkan adegan romans seperti AADC ataupun Kuch Kuch Hotahai ...
Sabar ... Sabar ... Ikhlas ... ikhlas!!!
begitulah yang aku dapatkan di film ini. Film ini tidak hanya mampu merobah pandanganku tentang Film. Film ini mampu dan sudah merobah pandangan hidupku: tentang agama, kesetiaan, kerjakeras, komitmen, dan ... cinta. Berkali-kali aku berucap syukur yang besar kepada Tuhanku yang sudah memberikan aku jalan menuju kedewasaan. Berkali-kali aku berucap terima kasih kepada Kang Abik yang sudah secara tak langsung mempercayaiku menyutradarai film ini, dimana telah membuatku kembali merasa dekat dengan Islam yang indah, bersahaja dan penuh dengan toleransi. Dan terakhir, berkali-kali aku berucap syukur kepada Ibuku yang telah berpesan untuk membuat film tentang agama. Sekarang aku mengerti, kenapa Kau berpesan begitu Ibu. Tidak lain hanyalah untuk membuatku selalu dekat dengan Islam ...
La haula wa kuwwata illa billahi ...

Rabu, 21 November 2007

Jiffest 2007

Start:     Dec 8, '07 4:00p
End:     Dec 16, '07
dari Milis Jiffest: waktu nya ga jelas nih..
btw ada yang mau ngasih tiket opening dan closing gratis ga?? hihihii
=======================================================

CARA MENONTON FILM-FILM JIFFEST:

• WORLD CINEMA & PANORAMA, biaya membership Rp.. 20.000, mendapatkan 1 Membership Card dan Tanda Masuk berwarna Biru untuk 1 waktu pemutaran yang diinginkan. Membership yang sama berlaku untuk CLOSING FILM (tempat duduk terbatas), dengan biaya membership Rp 25.000.
• HOUSE OF DOCS & VARIETY, biaya membership Rp. 10.000, mendapatkan 1 Membership Card dan Tanda Masuk berwarna Hijau untuk 1 waktu pemutaran yang diinginkan.
• FILM-FILM GRATIS, tidak ada biaya membership, mendapatkan 1 Membership Card dan Tanda Masuk berwarna Putih untuk 1 waktu pemutaran yang diinginkan.
• Tanda masuk untuk pemutaran gratis hanya bisa didapatkan selama festival berlangsung (8-16 Desember 2007), dibagikan 1 jam sebelum waktu pemutaran tersebut di setiap harinya dan hanya berlaku untuk 1 tanda masuk saja.

Untuk anggota Garuda Frequent Flyer (GFF), dapatkan potongan biaya membership JiFFest sebesar 5% dengan menunjukkan kartu GFF yang masih berlaku. Penawaran ini tidak berlaku untuk Closing Film.

Menangkan 5 (lima) tiket Jakarta-Bali- Jakarta dari Garuda Indonesia untuk pendaftaran Membership, kecuali untuk Film-Film Gratis!
Tulis nama dan data diri yang lengkap di belakang Membership Card.
Masukkan Membership Card yang telah diisi ke kotak yang ada di Info Desk di setiap tempat pelaksanaan JiFFest. Pemenang akan dihubungi langsung melalui telepon atau email, sesuai dengan informasi yang diberikan di Membership Card.


TEMPAT & WAKTU PENDAFTARAN:

a. Djakarta XXI, Jl. M.H. Thamrin No. 9 Jakarta Pusat..
Telepon: (021) 3156725.
22 November – 6 Desember 2007. 12:00 – 20:00.
8 – 16 Desember 2007. 12:00 – 21:30.

b. Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jl. M.H. Thamrin No. 1 Jakarta Pusat.
Telepon: (021) 23580200.
3 Desember – 7 Desember 2007. 12:00 – 20:00.
8 Desember – 16 Desember 2007. 12:00 – 21:30.

c. (ak.’sa.ra) Bookstore, Jl. Kemang Raya 8B Jakarta 12730.
Telepon: (021) 7199288.
22 November – 6 Desember 2007. 11:00 – 20:00.

d. Plaza Senayan XXI, Jl. Asia Afrika No. 1 Jakarta Selatan.
Telepon: (021) 572553.
24 – 25 November 2007. 12:00 – 20:00.
1 – 2 Desember 2007. 12:00 – 20:00.

e. 21 Cineplex, Cilandak Town Square, 3rd Floor, Jl. TB Simatupang Kav. 17, Jakarta Selatan.
Telepon: (021) 75920347.
22 November – 7 Desember 2007. 12:00 – 20:00.

Minggu, 21 Oktober 2007

Get Married

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Comedy
Bergenre komedi dan agak splastik, film ini menceritakan persahabatan antara Mae ( Nirina Zubir), EmanAming), Beni (Ringo ) dan Guntoro(Desta Club 80’s) yang tumbuh dan hidup dalam lingkungan perumahan sederhana di perkampungan betawi. Ke empatnya tumbuh dan besar dengan cita-cita yang terkubur dan cukup puas tumbuh sebagai remaja tidak produktif yang kalau tidak mau dibilang trouble maker yah..cukup mengganggu lingkungan. Walau hidup tidak terlalu berkekurangan orang tua Mae ingin melepaskan tanggung jawab sebagai orang tua yang harus menghidupi anak gadisnya yaitu dengan mencarikan suami. Mulailah casting mencari calon suami untuk anak dengan berkeliling ke kelularahan tetangga. Mulai yang dari guru, tukang ojek hingga binaragapun kandas melewati proses pemilihan karena tidak ada yang berkenan di hati Mae dan…juga 3 sahabat prianya.
Masalah mulai muncul ketika lambain kain bendera sebagai simbol penolakan dan penerimaan terhadap calon ternyata membawa bencana bagi Mae karena Eman yang buta warna tidak bisa membedakan warna merah (simbol penolakan) dan hijau (simbol penerimaan). Padahal Mae sangat menyukai calonnya satu ini,cowok tinggi, putih, dan kaya raya (hmmm…) yang sedang mencari calon istri dengan “originalitas” kepolosannya. Jadilah seperti korban sebelumnya, cowok ini pun babak belur dipukuli sahabat Mae.
Alhasil Mae harus menentukan pilihan untuk memilih salah satu dari ketiga sahabatnya untuk menjadi suami karena sang ibu menderita sakit keras.ketika undian jatuh ke Desta untuk menjadi calon Mae, tiba2 Guntoro jatuh sakit begitu juga dengan Eman dan akhirnya Beni lah yang harus menjadi suami Mae. Namun ijab Kabul tertunda karena tiba-tiba ada serangan balasan dari temen2 cowok yang disukai Mae.
Endingnya?….tentulah happy.
Walau bergenre komedi ada pesan2 dan joke segar yang disampaikan menyindir penyakit sosial dan pemerintahan Indonesia…mulai dari korupsi, pendidikkan, gaji guru, anggota dewan serta budaya tawuran antar kampung karena masalah yang sepele menyelesaikan sesuatu dengan “otot” dibanding “otak”. Sindiran yang cukup kental dan berasa banget adalah ketika sang cowok menolak tawaran teman2nya untuk menyerang balik kampung tetangga dan lebih menyukai dengan cara damai namun apa jawaban sang teman..
“bos, lu tuh kelamaan di state..lu lupa cara Indonesia”! lupa cara Indonesia menyelesaikan masalah dengan cara “otot” dibanding “otak”, terus ketika analog temen2nya diibaratkan sebagai makhluk primitive yang akan mengahabisi tetangga sendiri…,keren!
Anyhow..kok ga suka yah pas ada adegan calon Mae yang seorang guru dihajar oleh 3 temennya, kok tega …terus si Eman suka banget ngomong ’nyet and ’njing (heran...) even lawan bicaranya adalah temen sendiri.!
Btw kali kedua nonton film Indonesia di bioskop ternyata cukup memuaskan secara awalnya sudah sangat apatis akan mendapat sesuatu dari film ini. Hmm...lumayan rekomended buat hiburan

Senin, 28 Mei 2007

The Chorus = Toto Chan ?

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Drama
Awalnya agak underestimate ama nih film, liat sampul dvdnya buram...
Tapi begitu liat awalnya langsung suka..
ceritanya disalah satu daerah terpencil di Prancis, ada panti buat anak2 lelaki yang yatim piatu atau nakal luar biasa. yang lebih menonjol adalah kenakalan mereka yang luar biasa. kalo sekedar timpuk-timpuk dalam kelas sudah biasa.., tapi yang biasa juga adalah mereka mencelakai sesama secara fisik, memeras anak yang lebih kecil.., hukum yang mereka kenal dan diajari oleh guru mereka adalah " ada sebab ada akibat." Jadi jika anak-anak tersebut nakal maka mereka harus dihukum secara fisik, biasanya hukuman tergantung dosanya, jika sudah parah maka yang menghukum adalah kepala sekolah..dan hal ini menjadi senjata ampuh buat para guru untuk menakuti anak didik mereka yang ruar biasa nakalnya itu. Namun ternyata kekerasan justru malah membuat mereka menjadi orang yang sama kerasnya, tak jarang-jarang mereka menakuti para guru dan mencelakai mereka dengan hukuman fisik walau mereka tau mereka dapat ganjaran.
Sekilas inna langsung ingat dengan Buku Toto Chan, ketika dia ditolak sekolah-sekolah di Jepang karena menilai ekspresi Toto Chan sebagai anak yang nakal. Cluenya hampir sama yaitu ada seorang guru yang menerapkan prinsip yang berbeda dengan yang lain, untuk menerti anak, sometimes kita harus berpikiran seperti anak-anak juga. Keras tidak harus dibalas dengan keras..

Terus Bisa ga anak-anak itu berubah?? mending nonton deh.
Film ini rekomended, sama rekomendednya dengan Toto Chan

note: tulisan ini dah lama banget jadi draft...dan baru di publish sekarang

Jumat, 25 Mei 2007

Love For Share

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Drama
Ada 3 versi poligami yang diangkat Nia dalam film ini.
1. ada poligami kelas sosial Atas.
Jajang C. Noer yang berperan sebagai dokter yang dipoligami oleh suaminya seorang kontraktor, El Manik. Jajang berlapang dada dan "pura2" bahagia karena dia diakui sebagai istri publikasi oleh suaminya. Ia mencoba rukun dengan istri-istri suaminya even menghadapi kenyataan istri ke-3 suaminya hampir sebaya dengan anak semata wayangnya, Nadin (Winky). poligami ini cendrung damai.
2. Poligami versi sopir film.
Bagian ini agak ngilani nontonnya, agak vulgar.Shanty bermain bagus sebagai istri ketiga yang lugu dan baek sekaligus pasangan lesbi bagi Rike Dyah Pitaloka. Keep wondering aja, bisa ga ya, 3 ( eh, Lukman Sardi punya 4 ) istri hidup dalam satu atap dan damai pula..? terus hidup cukup secara materi dari seorang supir saja??hmm...

3. Versi nkoh..Onkoh..
kalo yang ini agak biasa, majikan suka ama pelayan rumah makan, secara cantik dan muda kalah ama istrinya yang tua tapi masih cantik kok... Unsur poligaminya kurang deh ya, secara Tio Pakusadewo cinta mati ama Dominique tapi ga berani ambil resiko.

Kalo dilihat alurnya mirip the Babel , orang2 yang berbeda secara tidak sadar berhubungan dan memiliki masalah yang hampir sama dan saling mempengaruhi.

Sabtu, 21 April 2007

Mon Meilleur Ami (my Best Friend.) ===> Festival Film Prancis 2007

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Comedy
Coste Francois (Daniel Auteull) yang seorang duda satu anak berprofesi sebagai dealer kolektor barang antik digambarkan sebagai sosok yang serius, membosankan dan selalu menilai semua dengan uang. Hal ini membuat dia nyaris tidak mempunyai teman kecuali kolega bisnis apalagi sahabat even anaknyapun tidak suka dengannya. Ketika ditantang rekan kerjanya untuk menunjuk satu temen dekat dan diperkenalkan dengan mereka. Setuju dengan ide tersebut Francois dengan sangat yakin bertaruh dengan Vas Kuno Mesir yang bernilai 200rb Euro dan berjanji untuk menemukan sahabat dalam 10 hari!!! Ternyata menemukan sahabat tidak segampang yang dipikirkan Francois. Berbagai usaha dilakukan dimulai dari membuat daftar temen which is yang dianggapnya sebagai sahabat, tapi mereka menganggap Francois tidak lebih dari seorang kolega bisnis. One Day Francois bertemu dengan Bruno (Dany Boon), sopir taxi , duda dan …Quiz Contestant Wanna Be. Dimata Francois, Bruno adalah sosok yang ceweret karena selalu bercerita tentang hal jadul sepanjang perjalanan kepada penumpangnya. Selain untuk mencari topik Bruno sebenarnya sdang mengahafal kliping yang dikumpulkan dari sejak SMA untuk menjadi seorang kontestant, tapi ga pernah lulus audisi karena penyakit gugupnya.
Kemudian Francois juga tersadar bahwa Bruno adalah pribadi yang sangat ramah, hangat dan selalu mempunyai topik untuk break the ice with stanger. pokoknya He knows how to deal with people well deh. Tanpa disadari Francois, Bruno sebenernya ingin menjadi sahabat dia. Tapi ketika persahabatan mereka baru dimulai Francois malah menghancurkanya dengan ide gila!!


Ide ceritanya sih sederhana, ketika ketika sibuk dengan dunia kita, kerap kita melupakan untuk memberikan personal touch ketika berhubungan dengan sekitar bahkan dengan rekan kerja tak lebih dari sekedar “subjek” yang memang harus mau tak mau diajak bicara. Ya.. seperti Francois yang tidak sadar dan lupa untuk tersenyum pada rekan2 kerja atau untuk menanyakan kabar. Banyak tips2 yang diberikan untuk menjalin sahabat seperti salah satu jargon Bruno Shympaty (Sosiaceable), Smile dan Sincere atau quote dari penceramah yang bilang “sometimes we can buy love but not friendship”

Cukup lucu apalagi ketika usaha Francois untuk menemukan cara mendapat seorang sahabat, mulai dari mencari buku.., menghadiri seminar tentang friendship atau menguntit pasangan sahabat yang sedang hangout di taman atau café sekedar bertanya tips untuk mendapatkan sahabat. Atau menemukan alamat temen kecil ketika berumur 11 tahun kemudian membuntutinya hingga ke mall sekedar ingin mengingatkan kalo mereka adalah temean baek tapi ternyata..:-). Atau ketika Bruno berhasil menjadi kontestant Kuis Who Wants To be Millionaire, Francois malah menjadikan fasiltas “phone a Friend” sebagai ajang curhat dan minta maaf.eh akting gugup Dany Boon oke deh.

Film ini merupakan salah satu film yang diputar pada Festival Film Prancis dari tanggal 13 - 22 April 2007 di berbagai kota termasuk jakarta yang diputar di MegaBlitz, Djakarta XXI, dan Cilandak 21. walau menurut saya gaungnya tak seheboh Jiffest terakhir ini, namun diluar dugaan penontonnya membludak. Ketika Nonton film ini di Djakarta tanggal 21 April jam setengah 7 malam seat paling depan aja nyaris tidak bersisa padahal kita bayar HTM Rp.15rb!!. sering2 aja nih ada festival kayak gini. Walau agak pusing harus baca teks inggris lagi namun jadi inget aja beberapa vocab ketika kursus Bahasa Prancis jaman kuliah dulu.yahh...yah...C'est Bien...

Jumat, 06 April 2007

BaBEl

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Drama
awalnya agak ga mudenk ama alur neh film. scenenya loncat2 dari maroco, jepang, mexico. tapi jadi keren juga sih karena ada 3 bahasa dalam satu film. awalnya sih ceritain orang2 yang berbeda ditiap negara tersebut. ada brad pitt dan istrinya sebagai pasangan amerika yang berlibur di Maroco yang kena peluru nyasar, meanwhile di jepang ada cewek tuna rungu yang kesepian...dan agak nyeleneh. bersamaan juga diceritain ttg nanny orang mexico yang babysitt anaknya brad pitt. gambarnya bagus sih, cuma agak jengah aja yang scene pas diJepang. Benang merahnya adalah bagaimana perbedaan bahasa,budaya dan cara komunikasi menjadi penghambat untuk menyampaikan maksud ke orang sekeliling kita. scene paling bagus menurut ku yang dimaroco. keluarga yang nembak bradpitt tanpa sengaja. terus gimana usaha bradpitt nyari bantuan buat nolongin istrinya. agak overreact juga sih, tipical film hollywood.., belum apa2 dah bilang penembakan adalah ulah terorist, terus pada parno pas transit diperkampungan di daerah maroco geto..
bagus lah .nih film sengaja ga ditonton pass Jiffest (karena emang kehabisann...) tapi emang pantes masuk Jiffest kok.., tonton deh.

Minggu, 25 Maret 2007

HiDE anD sEEk

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Mystery & Suspense
jadi agak malu neh, karena ini adalah film lama, tahun lalu. tapi karena bagus..., kudu ditulis sekalian latihan nulis. mudah2an dimengertiya.., he..he. fim ini mengingatkan saya pada the others (Nicole Kidman), suspence thriller yang endingnya diluar dugaan. awalnya agak drama, ceritanya tentang emily (dakota Fanning) yang trauma ditinggal mati ibunya yang bunuh diri. trauma emily mengkhawatirkan David (Robert Deniro), ayah Emily, seorang psikolog dan mencoba meng recovery psikis anaknya dengan menjadi full time house father dan hijrah kekota lain.bukannya jadi lebih baik malah kondisi emily bertambah parah karena Emily mulai berfantasi mengurung diri dan tidak bergaul dengan teman sebayanya, kadang2 mukanya datar dan tanpa ekspresi dan mulai bercerita tentang charlie teman fantasinya yang tidak menyukai ayahnya.suspensenya baru agak berasa ketika terungkap fakta bahwa Ibunya ternyata mati karena dibunuh... hingga akhirnya juga terungkap fakta mengenai identitas Charlie. wah..pokoknya diluar dugaan deh., nonton aja. pls do find the dvd.

Sabtu, 24 Maret 2007

the pursuit of happyness

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Drama
baru nonton dvd pinjaman secara dibioskop dah pada ga ada. film ini inspring by true story. dengan casting Will Smith dan anak kandungnya (Chris Gardner dan Crishtopher). alurnya agak lamban, 40 menit pertama adegan bercerita tentang ketidakharmonisan RT chris dengan istri karena kesenjangan penghasilan. Chris belum mempunyai pekerjaan (dengan penghasilan) tetap, dia 'hanya' sales scanner portable yang terbilang mukhtahir jaman itu (setting ketika ronald reagen sbg presiden USA ) yang untuk menjualnya satu scanner saja sangat susah. menit2 selanjutnya diisi dengan "kesialan" crish mulai dari kehilangan scanner yang dititipi ke pengamen (dia menyebutnya " this is part of my life which i called stupid), cerai dari istrinya, dan diusir dari apartemen karena nunggak. stuggle buat bertahan hidup chris bikin nangis deh..., palagi pas adegan tidur di toilet stasiun diawali dengan rekening bank yang ditarik paksa untuk membayar tunggakan pajak. chrish mencoba survive dengan $23,.. dikantongnya sambil menjadi tenaga internship di perusahaan broker (tanpa gaji). satu2nya harapan Chrish adalah menjual scanner terakhir yang harga $250 , namun ternyata rusak. film ini happy ending sih...nonton aja deh.. disini kita belajar untuk menghargai dan bertanggungjawab tiap receh yang kita punya dan habiskan juga belajar untuk survive hidup dengan cara 'terhormat'

Kamis, 22 Maret 2007

Click

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Science Fiction & Fantasy
pertama liat DVDnya agak underestimate neh. yang maen adam Sandler (ga begitu suka sih). lagi ga mood baca akhirnya dengan "terpaksa" nonton deh. genre film ini drama iya, fiksi juga dan komedi geto. sahdan Adam seorang Arsitek yang super amat sibuk, hampir tidak punya waktu untuk anak-anaknya. dia selalu menghadapi pilihan sulit...antara keluarga dan karir. karena bt..akhirnya pergi ke toko bath and beyond , dan entah kenapa (kayaknya i agak "missed"., mungkin karena anaknya menyarankan dia beli one remote for all seperti punya tetangganya karena adam punya masalah mengenali remote2 rumahnya sendiri) dia ditawari sebuah remote control yang tanpa ia sadari bisa "mengatur" hidup nya, layaknya fungsi remote control TV, remote tersebut bisa merewd, fast forward, atau mem"pause" episode hidupnya. pokonya sesuai dengan keinginan kata yang "jual". Remote tersebut diberi gratis "with one condition..no return". setelah tersadar betapa dahsyatnya remote ini akhirnya adam makin "rakus" dan mulai tidak puas dengan jalan hidupnya, jadilah... dia selalu mem"fast forward" jika menemui kondisi yang membingungkan seperti ketika dia harus memilih tidak mendengar omelan istrinya, atau tingkah anak tetangga yang show off. puzzle hidupnya berjalan cepat tanpa dia sadari anaknya telah ABG, anak lelakinya punya karir sendiri atau anak ceweknya telah beranjak dewasa. pun adam bingung ketika tiba-tiba dia menghadiri pernikahan anaknya sendiri dan juga menghadapi kenyataan kalau dia telah bercerai dari istrinya.dia nyaris tidak mengenali hidup orang2 tercintanya, hal yang akhirnya dia sadari .."well its about the remote". puncaknya (yang bikin agak berlinang nih..) adalah....ketika tahun 2021 ternyata bapaknya telah meninggal dunia, sekali lagi adam tidak merasa mengalami momen itu, akhirnya adam bela2in merwd hari terakhir bertemu dengan bapaknya dan hanya untuk bilang " i love u too dad.." ...dst..dst..
simple ceritanya tapi sarat pesan bahwa "we can turn back the time" so be wise ..when use it (dengan orang2 terkasih..) "

Sabtu, 09 Desember 2006

Jiffest 2007

Start:     Dec 8, '06 8:00p
End:     Dec 17, '06
Location:     EX, Djakarta XXI, EH, GH,
Jiffest 2007 ada 300an film yang ditayangin. dah beli 2 tiket terusannya (white Member)..sih untuk live and become ( penasaran cos settingnya di Israel) dan Russian Dolls. sebenernya pengen nonton Cafe Transit (iran) and Water (india) tapi bentrok ama jadwal kursus. mau ngincer gratisan Mother of Mine( finland) , kayaknya bagus. Actually banyak film hollywod kayak Babel (Brad Pitt), Volver (P.Cruz), The Queen.., but berhubung itu semua ada dvdnya kayaknya mending nonton europe film deh, biar beda. house of docnya juga bagus2.