adalah ketakjuban sendiri ketika kami menemukan mesijd ditengah kota singapore. kalau lah boleh curhat kota ini membuat kami sedikit tidak nyaman dengan identitas sebagai muslim. mulai dari makanan, hingga perlakuan yang menurut kami agak rasis (moga ini hanya prasangka buruk semata seorang asing di negeri orang lain). tapi tak apalah *cakapmalaymodeon* toh kami hanya 2 hari disini, ga fair rasanya menilai secara general.
bek to judul.
iya....seneng banget ketemu mesjid di Beach Rd yang lokasinya ga jauh dari Golden Mile (terminal bisa KL-S'pore). sayang kami tak sempat sholat karena kami telah menjamak sholat zuhur dan ashar sebelumnya di hotel.
begitu kami masuk halaman, seorang bapak cukup berumur menyapa kami ramah dan langsung bercakap malay. alhamdulillah....keramahan seorang saudara seiman mengobati keputusasaan kami mencari makanan halal *tapi tetep aja yah, laperr*
Pak Haji Ahmad namanya, bak seorang guide langsung menceritakan sejarah mesjid yang didirikan tahun 1845 oleh Hajjah Fatimah, niaga dari Malaka yang menikah dengan saudagar dari Bugis. (cuplikan ceritanya bisa diliat di foto 1).
yang bikin saya salut dari mesjid2 yang kami termui di KL dan S'pore adalah:
BERSIH! dan TERATUR.
kalo Aa Gym dulu sempat berkelakar bahwa untuk mencari tempat wudhu mesjid di Indonesia cukup dengan hidung , maka hal ini ga bakal terjadi disini. dijamin karena toiletnya bener2 bersih.