a cook leaner, a photography addict, a traveller wanna be and a happy single accountant
Total Tayangan Halaman
Rabu, 12 September 2007
Earthquake Strike Sumatera (again..)
Membayangkan Taraweh pertama Malam ini
Tapi....
Mulut keluh, bisu, terkunci selain hanya
Inna Lillahi Wa inna Ilaihi Rojiun..yang terucap
ketika pintu rumah di buka uni, 18.45 WIB
"gempa lagi.."katanya
Kembali.., Kekuatan Alam itu datang..
kembali mengguncang bentangan Pulau Sumatera
7.9 SR berpusat di Bengkulu..
jam 18.10
Ya Rab..Kuatkan kami menerima ini,
Kuatkan hari saudara2 kami disana..
Jangan biarkan kami perprasangka buruk..
Rab.., kami tau Engkau Maha Rahim..
Mudah2an Semangat Ramadhan tetap hidup di hati kami
Belum ada keterangan kerusakan dan korban jiwa hingga 18.54
Tak sanggup melihat berita di TV.., mudah2an tidak ada korban jiwa, walau CNN tetap memberitakan ...
Selasa, 11 September 2007
Ramadhan ala BBM ^_^
MINYAK TANAH ( Meningkatkan Iman Yang Banyak, Tahan Nafsu Amarah )
Denga cara :
PREMIUM ( Prei Makan & Minum )------>> prei yang lain juga....yang membatalkan.
Serta yang terpenting :
SOLAR ( Sholat yang Rajin ) ------>> ibdah yang lain juga dunk..
Sebab Ramadhan merupakan :
BBM ( Bulan Barokah & Maghfirah )
Minggu, 09 September 2007
Kolak Kalopak Jariang (jengkol)
Si ibu makin rajin aja stay dirumah sejak kejadian itu. paling ga bisa diem emang pasti bawaannya ngerjain sesuatu, yang paling sering sih di mesin jahit. Nah yang surprised ternyata ibu bikin kolak, agak kaget juga secara ibu tuh paling jarang masak, wong kalo habis sholat subuh langsung dua2an ama mesin jahit, hihihi..^_^
Nah, masakan ibu kali ini namanya Kolak Kalopak Jariang alias Kolak kulit Jengkol.nama kolak yang aneh, mungkin karena bentuknya kayak kulit jengkol kali yah?, rasanya sih standar kolak dan ga ada bahan jengkol sama sekali..^_^, cuma nih kolak jadi salah satu pengobat rindu kampung dan yang bikin ibu pula..rasanya jadi istimewa. Biasanya kalo ada hajatan kawinan dikampung, kolak ini jadi salah satu hantaran favorite mempelai wanita ke rumah mertua.
disajiin sih terpisah dari kuahnya, jadi kayak fla kalo makan puding. kalo inna biasanya ditambahan kismis, keju atau mises , rasanya jadi istimewa....yummy.
Kamis, 06 September 2007
Pernah Anyang-anyangan?...^_^
kalo dah kurang minum,minum dari warteg-an pasti kadang2 suka ngini. sepele dan ringan sih, tapi lumayan ganggu. kalo ibu nganjurinnya minum minyak goreng (ihhh..) tapi sukanya sih minum air hanget sebanyak2nya. kayaknya cara yang terakhir ini lumayan manjur. nah pas cari2 di goole ada cara lain ternyata...
Caranya : ambil karet gelang, ikatkan pada ibu jari kaki sebelah kiri kemudian tahan selama beberapa saat keinginan buang air kecil. Berbaringlah selama 30 menit, niscaya anyang-anyangan akan hilang dengan sendirinya. (sumber. www.perempuan.com)
Terus baca di "Kompas Cybermedia"........
Kasus I: Gagal Ginjal karena Anyang-anyangan
“Apakah sering anyang-anyangan bisa sampai gagal ginjal, Dok? Saya seorang gadis, 22 tahun, sudah tiga kali terserang anyang-anyangan dan sembuh sehabis minum antibiotika. Bagaimana supaya saya tidak sampai gagal ginjal?"
(Ars. Mur, Bogor)
Jawab:
Betul, sering anyang-anyangan bisa berakhir dengan gagal ginjal jika tidak diobati tuntas. Artinya, kuman yang bersarang di saluran kemih bawah (yang bikin anyang-anyangan) dibiarkan menjalar naik ke atas dan masuk ke dalam ginjal.
Infeksi ginjal pada wanita (pyelonephritis) sering berasal dan saluran kemih bagian bawah. Infeksi ginjal yang berat sehingga merusak hampir sebagian besar jaringan ginjal itulah yang bisa berakhir menjadi gagal ginjal.
Maka jangan sampal terus berulang anyang-anyangannya. Mintalah antibiotika sampai keluhannya hilang. Waspada apabila anyang-anyangan kemudian disertai dengan keluhan tidak enak di pinggang, sering demam, mual, dan kencing berubah keruh, tanda infeksi sudah mencapai ginjal.
Rabu, 05 September 2007
Debat : manis-manisan...
2 hari lalu dapet imel judulnya "Jangan berbuka dengan yang manis". cukup kemakan juga sama tulisan blog seseorang (sengaja tidak dimunculkan namanya). karena ingat juga kata Ustad Tengku....pas Mabid dimesjid BI. "isunatkan untuk berbuka dengan sesuatu yang tidak dimasak api atau air putih saja" konon katanya, cuma orang Indonesia yang memasak air putih,masuk akal juga karena alasan kebersihan.
Tidak berapa lama kemudian dapat imel di milis dengan Judul "salah kaprah part 1" ternyata membahas imel yang pertama. untuk wacana, atau ada masukan dari temans..
====================================================
IMEL I:
Jangan Berbuka Puasa Dengan Yang Manis
BENTAR lagi Ramadhan. Di bulan puasa itu, sering kita dengar kalimat Berbuka puasalah dengan makanan atau minuman yang manis; katanya. Konon, itu dicontohkan Rasulullah saw. Benarkah demikian?
Dari Anas bin Malik ia berkata : Adalah Rasulullah berbuka dengan Rutab (kurma yang lembek) sebelum shalat, jika tidak terdapat Rutab, maka beliau berbuka dengan Tamr (kurma kering), maka jika tidak ada kurma kering beliau meneguk air. (Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud) Nabi Muhammad Saw berkata : Apabila berbuka salah satu kamu, maka hendaklah berbuka dengan kurma. Andaikan kamu tidak memperolehnya, maka berbukalah dengan air, maka sesungguhnya air itu suci. Nah. Rasulullah berbuka dengan kurma. Kalau tidak mendapat kurma, beliau berbuka puasa dengan air. Samakah kurma dengan yang manis-manis ? Tidak !!.
Kurma, adalah karbohidrat kompleks (complex carbohydrate) . Sebaliknya, gula yang terdapat dalam makanan atau minuman yang manis-manis yang biasa kita konsumsi sebagai makanan berbuka puasa, adalah karbohidrat sederhana (simple carbohydrate) .
Darimana asalnya sebuah kebiasaan berbuka dengan yang manis? Tidak jelas. Malah berkembang jadi waham/faham umum di masyarakat, seakan-akan berbuka puasa dengan makanan atau minuman yang manis adalah sunnah Nabi. Sebenarnya tidak demikian. Bahkan sebenarnya berbuka puasa dengan makanan manis-manis yang penuh dengan gula (karbohidrat sederhana) justru merusak kesehatan.
Dari dulu saya tergelitik tentang hal ini, bahwa berbuka puasa disunnahkan minum atau
makan yang manis-manis. Sependek ingatan saya, Rasulullah mencontohkan buka puasa dengan kurma atau air putih, bukan yang manis-manis. Kurma, dalam kondisi asli, justru tidak terlalu manis. Kurma segar merupakan buah yang bernutrisi sangat tinggi tapi berkalori rendah, sehingga tidak menggemukkan (data di sini dan di sini). Tapi kurma yang didatangkan ke Indonesia dalam kemasan-kemasan di bulan Ramadhan sudah berupa manisan kurma, bukan lagi kurma segar. Manisan kurma ini justru ditambah kandungan gula yang berlipat-lipat kadarnya agar awet dalam perjalanan ekspornya. Sangat jarang kita menemukan kurma impor yang masih asli dan belum berupa manisan. Kalaupun ada, sangat mungkin harganya menjadi sangat mahal.
Kenapa berbuka puasa dengan yang manis justru merusak kesehatan?
Ketika berpuasa, kadar gula darah kita menurun. Kurma, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, adalah karbohidrat kompleks, bukan gula (karbohidrat sederhana). Karbohidrat kompleks, untuk menjadi glikogen, perlu diproses sehingga makan waktu. Sebaliknya, kalau makan yang manis-manis, kadar gula darah akan melonjak naik, langsung. Bum. Sangat tidak sehat. Kalau karbohidrat kompleks seperti kurma asli, naiknya pelan-pelan.
Mari kita bicara indeks glikemik (glycemic index/GI) saja. Glycemic Index (GI) adalah laju perubahan makanan diubah menjadi gula dalam tubuh. Makin tinggi glikemik indeks dalam makanan, makin cepat makanan itu dirubah menjadi gula, dengan demikian tubuh makin cepat pula menghasilkan respons insulin.
Para praktisi fitness atau pengambil gaya hidup sehat, akan sangat menghindari makanan yang memiliki indeks glikemik yang tinggi. Sebisa mungkin mereka akan makan makanan yang indeks glikemiknya rendah. Kenapa? Karena makin tinggi respons insulin tubuh, maka tubuh makin menimbun lemak. Penimbunan lemak tubuh adalah yang paling dihindari mereka.
Nah, kalau habis perut kosong seharian, lalu langsung dibanjiri dengan gula (makanan yang sangat-sangat tinggi indeks glikemiknya) , sehingga respon insulin dalam tubuh langsung melonjak. Dengan demikian, tubuh akan sangat cepat merespon untuk menimbun lemak.
Saya pernah bertanya tentang hal ini kepada seorang sufi yang diberi Allah ilmu tentang urusan kesehatan jasad manusia. Kata Beliau, bila berbuka puasa, jangan makan apa-apa dulu. Minum air putih segelas, lalu sholat maghrib. Setelah shalat, makan nasi seperti biasa. Jangan pernah makan yang manis-manis, karena merusak badan dan bikin penyakit. Itu jawaban beliau. Kenapa bukan kurma? Sebab kemungkinan besar, kurma yang ada di Indonesia adalah manisan kurma, bukan kurma asli. Manisan kurma kandungan gulanya sudah jauh berlipat-lipat banyaknya.
Kenapa nasi? Lha, nasi adalah karbohidrat kompleks. Perlu waktu untuk diproses dalam tubuh, sehingga respon insulin dalam tubuh juga tidak melonjak. Karena respon insulin tidak tinggi, maka kecenderungan tubuh untuk menabung lemak juga rendah.
Inilah sebabnya, banyak sekali orang di bulan puasa yang justru lemaknya bertambah di daerah-daerah penimbunan lemak: perut, pinggang, bokong, paha, belakang lengan, pipi, dan sebagainya. Itu karena langsung membanjiri tubuh dengan insulin, melalui makan yang manis-manis, sehingga tubuh menimbun lemak, padahal otot sedang mengecil karena puasa.
Pantas saja kalau badan kita di bulan Ramadhan malah makin terlihat seperti buah pir, penuh lemak di daerah pinggang. Karena waham umum masyarakat yang mengira bahwa berbuka dengan yang manis-manis adalah sunnah, maka puasa bukannya malah menyehatkan kita. Banyak orang di bulan puasa justru menjadi lemas, mengantuk, atau justru tambah gemuk karena kebanyakan gula. Karena salah memahami hadits di atas, maka efeknya rajin puasa = rajin berbuka dengan gula.
Kalau saya pribadi, sahur cukup dengan oatmeal gandum (ditambah gula sedikiiiiiit) , atau roti coklat gandum, dua atau tiga butir telur rebus (kuningnya saya hancurkan dan ditebarkan di rumput untuk makanan semut-semut di halaman rumah), sayuran segar, dan air putih. Ini sudah cukup untuk membuat tenaga saya tidak habis sampai buka puasa karena energi dari karbohidrat kompleksnya (gandum) akan dilepas pelan-pelan ke dalam tubuh sepanjang hari.
Ketika berbuka, sesuai anjuran Rasulullah dan sufi tadi, saya biasanya minum segelas air, lalu shalat maghrib. Setelah shalat makan nasi seperti biasa, sebisa mungkin dengan porsi karbohidrat- protein-lemak- air proporsional. Dan tentu tidak untuk balas dendam; karena puasa seharian. Ini justru saat yang penting untuk melatih melawan keinginan hawa nafsu makan sekenyang-kenyangny a. Belajar sabar.
Nah, saya kira, berbukalah dengan yang manis-manis; itu adalah kesimpulan yang terlalu tergesa-gesa atas hadits tentang berbuka diatas. Karena kurma rasanya manis, maka muncul anggapan bahwa (disunahkan) berbuka harus dengan yang manis-manis. Pada akhirnya kesimpulan ini menjadi waham dan memunculkan budaya berbuka puasa yang keliru di tengah masyarakat. Yang jelas, berbukalah dengan yang manis itu disosialisasikan oleh slogan advertising banyak sekali perusahaan makanan di bulan suci Ramadhan.
Namun demikian, sekiranya ada di antara para sahabat yang menemukan hadits yang jelas bahwa Rasulullah memang memerintahkan berbuka dengan yang manis-manis, mohon ditulis di komentar di bawah, ya. Saya, mungkin juga para sahabat yang lain, ingin sekali tahu. Semoga tidak termakan waham umum: berbukalah dengan yang manis. Atau lebih baik lagi, jangan mudah termakan waham umum tentang agama. Periksa dulu kebenarannya.
Kalau ingin sehat, ikuti saja kata Rasulullah: Makanlah hanya ketika lapar, dan berhentilah makan sebelum kenyang. Juga, isi sepertiga perut dengan makanan, sepertiga lagi air, dan sepertiga sisanya biarkan kosong.
Kita (Kaum Muslimin) adalah suatu kaum yang bila telah merasa lapar barulah makan, dan apabila makan tidak hingga kenyang, kata Rasulullah.
Tidak ada satu wadah pun yang diisi oleh Bani Adam, lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah baginya beberapa suap untuk memperkokoh tulang belakangnya agar dapat tegak. Apabila tidak dapat dihindari, cukuplah sepertiga untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya yang bersumber dari Miqdam bin Madi Kasib)
===============================================
IMEL ke-2 : Salah Kaprah Part 1
Wah kritis juga bahasannya, sayang nggak disebutin dari mana asalnya. Saya coba sedikit googling ternyata artikel tersebut berasal dari blognya ................
Saya mencoba mengkritisi artikel tersebut.
1. Hadist tetang kebiasan Rasullulah berbuka dengan kurma memang shahih (Anas bin Malik dan Abu daud).
2. Kandungan kurma (dates) yang telah matang paling banyak bukan karbohidrat komplek (starch, fiber, selulose) melaikan sudah merupakan karbohidrat sederhana (sukrose, glukose, fruktose, maltose, dll). Rata2 kurma tersebut mengandung 67% karbohidrat sederhana (gula sederhana). Mohon lihat lampiran.
3. Mengapa gula sederhana bagus untuk berbuka?, gula sederhana adalah nutrisi yang paling cepat diserap tubuh untuk bahan energi. Kita mungkin berpuasa rata2 13 jam. Bisa dibayangkan kalo kita berpuasa didaerah yang siang harinya lebih panjang (rata2 15-18 jam). Harus cepat dapat asupan energi.
4. Berbuka dengan yang manis, bukan sesuatu yang salah kaprah. Kurma di ijtimakan dengan sesuatu yang manis (gula sederhana).
uhmmmmm....
*kayaknya , gambarnya ga keliatan deh...hmmmm.., jadi dihapus aja..^_^
Waktu kamu berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu ... sebagai balasannya ... kau menangis sepanjang malam.
Waktu kamu berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan ..
sebagai balasannya ... kamu kabur waktu dia memanggilmu
Waktu kamu berumur 3 tahun, dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang ... sebagai balasannya ... kamu buang piring berisi makananmu ke lantai
Waktu kamu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna ... sebagai balasannya ... kamu corat coret tembok rumah dan meja makan
Waktu kamu berumur 5 tahun, dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah..sebagai balasannya ... kamu memakainya bermain di kubangan lumpur
Waktu berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah ... sebagai
balasannya ... kamu berteriak "NGGAK MAU ...!"
Waktu berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola ... sebagai balasannya ..kamu melemparkan bola ke jendela tetangga
Waktu berumur 8 tahun, dia memberimu es krim ... sebagai dalasannya ..kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu
Waktu kamu berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu ..sebagai balasannya ... kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar
Waktu kamu berumur 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun ... sebagai balasannya ... kamu melompat
keluar mobil tanpa memberi salam
Waktu kamu berumur 11 tahun, dia mengantar kamu dan temen-temen kamu kebioskop ... sebagai balasannya ... kamu minta dia duduk di barisan lain
Waktu kamu berumur 12 tahun, dia melarangmu melihat acara tv khusus untuk orang dewasa ... sebagai balasannya ... kamu tunggu sampai dia keluar rumah
Waktu kamu berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya ..sebagai balasannya.. kamu bilang dia tidak tahu mode
Waktu kamu berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan ... sebagai balasannya ... kamu nggak pernah menelponnya.
Waktu kamu berumur 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukmu ...
sebagai balasannya ... kamu kunci pintu kamarmu
Waktu kamu berumur 16 tahun, dia mengajari kamu mengemudi mobil ...sebagai balasannya ... kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa
mempedulikan kepentingannya
Waktu kamu berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telpon yang penting .. sebagai balasannya ... kamu pakai telpon nonstop semalaman,
waktu kamu berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA.. sebagai balasannya ... kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi
Waktu kamu berumur 19 tahun, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu
ke kampus pada hari pertana ... sebagai balasannya ... kamu minta
diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama temen-temen.
Waktu kamu berumur 20 tahun, dia bertanya "Darimana saja seharian ini?".. sebagai balasannya ... kamu menjawab "Ah, cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang."
Waktu kamu berumur 21 tahun, dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karier masa depanmu ... sebagai balasannya ... kamu bilang "Aku nggak mau
seperti kamu."
Waktu kamu berumur 22 tahun, dia memelukmu dan haru waktu kamu lulus
perguruan tinggi ... sebagai balasanmu ... kamu nanya kapan kamu bisa main ke luar negeri
Waktu kamu berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah
barumu ... sebagai balasannya ... kamu ceritain ke temanmu betapa jeleknya furniture itu
Waktu kamu berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya
tentang rencana di masa depan ... sebagai balasannya ... kamu mengeluh
"Aduh gimana sih kok bertanya seperti itu."
Waktu kamu berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu ..
sebagai balasannya ... kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.
Waktu kamu berumur 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawat
bayimu ... sebagai balasannya ... kamu katakan "Sekarang jamannya sudah beda."
Waktu kamu berumur 40 tahun, dia menelponmu untuk memberitahu pesta salah
satu saudara dekatmu ... sebagai balasannya kamu jawab "Aku sibuk sekali,
nggak ada waktu."
Waktu kamu berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu ... sebagai balasannya ... kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya
dan hingga SUATU HARI, dia meninggal dengan tenang ... dan tiba-tiba kamu
teringat semua yang belum pernah kamu lakukan, ... dan itu menghantam
HATIMU bagaikan pukulan godam
MAKA ..
JIKA ORANGTUAMU MASIH ADA .. BERIKANLAH KASIH SAYANG DAN PERHATIAN LEBIH DARI YANG PERNAH KAMU BERIKAN SELAMA INI
JIKA ORANG TUAMU SUDAH TIADA ... INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TELAH DIBERIKANNYA DENGAN TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU
SEL KANKER HIDUP DENGAN:
* Gula adalah umpan kanker. Dengan mengurangi gula, berarti juga
mengurangi suplai makanan penting bagi sel kanker. Pengganti gula
seperti NutraSweet, Equal, Spoonful, dll dibuat dengan aspartam dan itu
berbahaya. Pengganti alami yang lebih baik dapat berupa madu atau tetes
tebu tetapi dalam jumlah yang amat sedikit.
* Garam meja mempunyai tambahan kimia untuk membuat warnanya
putih. Alternatif yang lebih baik adalah dengan garam laut.
* Susu membuat tubuh memproduksi mucus, terutama di organ bagian
dalam. Kanker diumpan oleh mucus. Dengan mengurangi susu dan
menggantikan dengan susu kedelai tawar sel kanker akan kelaparan. Sel
kanker tumbuh dengan subur di lingkungan asam.
* Diet anti daging adalah bersifat asam, yang terbaik adalah
memakan ikan dan ayam daripada daging sapi atau babi. Daging juga
mengandung antibiotik ternak yang menumbuhkan hormon dan parasit yang
berbahaya, terutama bagi penderita kanker.
* Diet dengan 80% sayur dan buah segar, biji-bijian dan
kacang-kacangan membantu tubuh dalam lingkungan alkalin. 20%nya bisa
diperoleh dari makanan matang termasuk kacang.
* Sayur segar menyediakan enzim hidup yang mudah diserap dalam 15
menit untuk memelihara dan meningkatkan pertumbuhan sel sehat. Untuk
memperoleh enzim hidup untuk membangun sel sehat, cobalah minum jus
sayur segar (semua sayuran termasuk kacang2an) dan makan sayuran mentah
2 atau 3 kali sehari. Enzim rusak pada temperature 104 derajat Farenheit
atau 40 derajat Celcius.
* Hindari kopi, teh, dan coklat yang mempunyai kafein tinggi.
* Teh hijau adalah alternative terbaik yang mempunyai sel
penumpas kanker. Yang terbaik meminum air bersih atau air yang telah
disaring untuk menghindari racun dan logam berat dalam air ledeng