Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label agendapengen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agendapengen. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Februari 2008

Nonton Ayat2 CInta (with one condition..)

Start:     Feb 29, '08 6:00p
Location:     XXI Sarinah Thamrin
kali ini,...iklannya dah resmi dari MD entertainment dan ditayangin di TV...
mudah2an ga diundur lagi. " tanggal 28 februari 2008 serentak diseluruh bioskop di INdonesia"
rencananya after office hour bareng temen2 kantor.

Ga sedikit yang berharap dari film ini mengingat bukunya yang happening itu...
tapi tetap ga bisa yah...bandingin buku dengan film , its just like apple to orange..katanya nih.

Senin, 15 Oktober 2007

Goes to Mesjid Kubah Emas Depok

Start:     Oct 18, '07 09:00a
Location:     Depok
barusan Anna nelpon, ngajakin ke depok liat mesjid kubah Emas. kebetulan banget. mau konvoi naek motor, tapi pilih aman aja, naek bis. Insya Allah mudah2an jadi.., tapi jadi bentrok ama jadwal keberangkatan ibu...*duh*.....piye yah??

Rabu, 25 Juli 2007

Marriageable

Barusan Di rekomendasiin chiklit Indonesia sama bu Nukez. Judulnya "Marriageable , Gw Mau Nikah Asal..." karangan Riri Sarjono., sempat taking a glance, kayaknya menarik..secara bacaan ini buat para lajangners...*ga ada hubungannya..*

hmm..., kapan yah ke gramedia?? secara masih banyak buku yang masih pending buat dibaca.., Ahmadinejad, David  ditengah Goliath itu, Hafalan Sholat Delisa, dan Dijalan Dakwah ku menikah... mulai dicicil deh, kerjaan kantor dah mulai agak berkurang..mudah2an..mudah2an.., *sambil ngarep ga ada deadline lagi*

Marriageable

Barusan Di rekomendasiin chiklit Indonesia sama bu Nukez. Judulnya "Marriageable , Gw Mau Nikah Asal..." karangan Riri Sarjono., sempat taking a glance, kayaknya menarik..secara bacaan ini buat para lajangners...*ga ada hubungannya..*

hmm..., kapan yah ke gramedia?? secara masih banyak buku yang masih pending buat dibaca.., Ahmadinejad, David  ditengah Goliath itu, Hafalan Sholat Delisa, dan Dijalan Dakwah ku menikah... mulai dicicil deh, kerjaan kantor dah mulai agak berkurang..mudah2an..mudah2an.., *sambil ngarep ga ada deadline lagi*

Senin, 16 April 2007

No more Piracy??

Pantes dari hari Jumat kata Edd  tempat jualan dvd ITC kuingan pada tutup, kita mikirnya karena dia datang kesana dah jam 8. Sabtu pada penasaran.., kita datang lagi..rame2, mau nyari dvd inceran.., eh ternyata bener..2, totally pada tutup. baik yang di pintu utama atau lantai sayap kanan dan kiri. kayaknya lagi ada penertiban. bisa kayak dulu lagi nih..., tapi biasanya hbis ntuh..pada jualan lagi. sedih juga neh..kalo no more piracy..(dasar....)

LITTLE MOSQUE ON THE PRAIRE

Rating:
Category:Movies
Genre: Comedy
Beberapa waktu lalu pernah baca nih sitkom, terus minggu kemaren Metro TV sempet beritain ini film, kayaknya belum bisa nonton..dan kayaknya ga ada di Indovision. karena belum pernah nonton..ini ada ulasan dikopi paste dari kapanlagi .com

'LITTLE MOSQUE ON THE PRAIRE', Sitkom Muslim Pertama di Kanada
Kapanlagi.com - Suatu serial komedi situasi yang menampilkan karakter dan cerita tentang warga muslim mulai ditayangkan di stasiun televisi nasional Canada, CBC, hari Selasa (09/01).

Serial yang dinamai ini LITTLE MOSQUE ON THE PRAIRE ini menyajikan kisah sekelompok muslim yang mencoba membaur di sebuah kota kecil di Kanada.

Acara ini menjadi acara komedi Muslim pertama yang ditayangkan di televisi nasional di Amerika Utara.

Wartawan BBC Lee Carter di Toronto melaporkan, acara ini juga membahas berbagai ketakutan dan prasangka pasca Peristiwa Sebelas September 2001.

LITTLE MOSQUE ON THE PRAIRE atau Masjid Kecil di Padang Rumput diproduksi berdasarkan pengalaman penulis acara itu, Zarqa Nawaz.

Dia adalah seorang wanita Muslim yang pindah dari sebuah kota besar ke daerah padang rumput Kanada untuk bekerja di sebuah masjid.

Seri komedi situasi itu mengikuti seorang Imam kelahiran Kanada juga pindah ke daerah padang rumput dan bertemu dengan berbagai tokoh Muslim dan non-Muslim di kota kecil di Saskatchewan.

Nawaz mengatakan, dalam menetapkan sasaran dalam sitcom, dia adalah seorang satiris yang memberi kesempatan yang sama kepada semua orang.

"Orang tidak bisa mengatakan saya hanya menjadikan suatu kelompok, namun bukan kelompok lain, sebagai sasaran, "kata Nawaz.

Menurut dia, serial ini melihat masyarakat secara keseluruhan. "Saya membidik kaum sayap kiri, kaum sekuler, saya juga membidik nak-anak remaja yang suka melawan," katanya.

"Saya rasa sangat penting untuk membidik semua orang dalam komedi, agar tidak ada orang yang senang, kecuali pemirsa," tandasnya.

Episode pertama LITTLE MOSQUE ON THE PRAIRE memuat sejumlah contoh humor pasca 9/11, termasuk adegan polisi di bandara menggelandang sang imam baru untuk diinterogasi setelah percakapan teleponnya mengundang salah tafsir.

Kelakar tentang racial profiling dan terorisme dibela oleh Direktur Direktur Eksekutif urusan programming CBC Kirsten Layfield.

Menurut Layfield, sitcom ini berani. "Ini berani dalam artian memunculkan kembali dan membahasnya dengan cara yang jujur dan jenaka," kata Kirsten Layfield.

"Humor bersumber dari kebenaran, dan itulah tepatnya yang dialami kelompok-kelompok tertentu saat ini, dan kami bisa melihat humor di situ -- kami rasa ini sangat bagus," tandas Layfield.

Kesuksesan sitcom yang menampilkan karakter-karakter muslim ini bergantung pada pandangan kritikus dan khalayak penonton di Kanada.

Meski demikian, kabar mengenai acara itu sudah mengundang perhatian dan keingintahuan, terutama dari negara tetangga di selatan, Amerika Serikat.

Sejumlah lembaga media berita Amerika sangat tertarik dengan isi acara televisi Kanada ini dan mengirim kru ke negara tetangga yang biasanya tidak begitu mereka perhatikan. (bbc/rit)

Rabu, 11 April 2007

blitzmegaplex grand indonesia - jakarta

Rating:★★★
Category:Other
Belum kepikiran Untuk kesini liat t4nya yang glamour geetto.... Tapi buat referensi who know, ada yang mau ngajakin... ini diambil dari forward imel dari Widya, temen kuliahkyu.., ada yang tertarik???

kamis, sekitar jam 6 sore lewat, akhirnya saya sampai di blitzmegaplex.. ternyata saya salah baca peta, turun di halte tosari tuh pilihan yang salah untuk jalan kaki menuju blitz.. seharusnya saya turun di halte plaza indonesia , tapi yah.. hitung-hitung, udah lama juga nggak jalan kaki sejauh ini.. sekalian ngetes kekuatan kaki aja, hehe..
di antara bangunan-bangunan setengah jadi itu, ada salah satu pintu yang dibuka untuk umum.. setelah bertanya kepada mas-mas tukang parkir gedung yang ramah, saya nemui railway khusus untuk masuk ke dalam gedung.. yang mengarahkan saya pada tulisan besar, seibu.. wow, ternyata seibu hidup lagi di jakarta ..

oh, ya.. bagi yang bawa kendaraan, parkirnya masih gratis, lho..



masuk lift, pencet angka 8.. sampailah saya di tujuan saya.. setelah sekian lama, saya baru nyadar kalo ternyata banyak banget satpam/security mondar-mandir atau berjaga-jaga.. jadi saya mesti agak berhati-hati agar nggak 'diciduk' karena salah satu misi saya ke sini adalah untuk memotret bagian-bagian penting dari blitz yang mana bisa jadi sebenernya dilarang, hehe..
perlu waktu untuk pegangan sejenak ke diri sendiri, habis nggak ada yang nemenin.. jujur, saya agak-agak takjub dan perlu dikit mencerna di mana sebenernya saya berada pas sampai blitz, apalagi lampunya agak remang-remang pas malem.. ^^;
tapi setelah liat mbak-mbak blitz-nya yang lucu-lucu & ramah-ramah, saya mulai bisa 'inget daratan' lagi, hehe.. seragam blitz hitam-hitam, baik cewek & cowok memakai celana panjang, dan bagian punggungnya bertuliskan blitzmegaplex dengan huruf berwarna putih.. beda banget dengan mbak-mbak 21 berseragam batik merah yang judes-judes dan mas-mas berseragam hijau bertampang sok galak yang belakangan malah jadi calo tiket 21 juga.. (no hurts feeling, lho)

langit-langitnya tinggi, sebanyak 4 lantai gedung ternyata dipakai oleh blitz.. dikelilingi dinding luas berwarna putih dan tempat duduk empuk yang nyaman dan stylish, pilihan aktivitas anti-bosan (katanya) yang beragam seperti game room (katanya, sekali lagi.. soalnya belum ada pas saya ke sana), tergeletak sendirian di function room, dengerin musik dan lagu bentar di digital beat store (bisa download flash disc, langsung ke cd, atau hp untuk dibawa pulang, lokal = 5000 & internasional = 10000), ngemil (yang nggak pernah saya lakuin di bioskop karena ngeganggu pendengeran pas nonton), dan bengong bentar di blitz café (bisa mesen wine & sejenisnya, lho), ngeliatin orang-orang yang ngerokok dengan bebas di smoking room (lagi-lagi katanya, paling gaya se-jakarta), ada panggung untuk live music (pas saya ke sana, cuma lagi ada lampu sorot warna-warni cantik yang muter-muter) dan bakal tempat untuk belanja merchandise film..
dinding-dinding luas berwarna putih itu digunain dengan baik, blitz pasang in-focus menghadap ke beberapa dinding untuk muter trailer-trailer film dengan ukuran besar, pun gitu dengan beberapa layar-layar tv plasma yang menempel di beberapa dinding.. trailer-trailer film ini, asyiknya, dilengkapi oleh sekilas review yang muncul sebagai subtitle di bawah trailer yang mungkin disusun oleh redaksi blitz sendiri dalam bahasa inggris.. poster-poster film akan dateng dimunculin pada layar-layar tv datar, yang ngingetin akan layar-layar tv di dinding lobby kantor saya namun dengan ukuran yang lebih besar..
rencana akhir misi saya, seharusnya menonton film dari jepang berjudul sinking of japan, yang katanya review-review di internet tuh bagus.. tapi ternyata film tersebut baru masuk midnight , pantes jam puternya malem banget dan cuma ada pas hari tertentu aja.. akhirnya setelah ngedengerin review singkat dari mas-mas penjual tiketnya yang ramah banget (hebat, 'kan.. ternyata masing-masing penjual tiket dibekali review singkat atas film-film yang diputer untuk ngebantu penonton yang nggak punya pilihan film kayak saya.. bahkan semua pertanyaan dijawab dgn baik, sabar & ramah.. salut buat blitz) atas 300 yang keren dan auditorium (sebutan blitz untuk studio, istilah yang biasa dipake 21) 1, tempat 300 diputer, sebagai bioskop terbesar di indonesia & terbaik yang blitz punya.. maka pilihan saya beralih untuk nonton cowok-cowok berperut six packs yang cuma pake hotpants plus sendal (untungnya ditutupin jubah merah yang cukup keren) & niat ngusir bakal penjajah negerinya hanya dengan 300 orang itu..
sekedar info, harga tiket blitz untuk hari biasa tuh 30 ribu, sabtu-minggu tuh 40 ribu (atau 50 ribu..? maaf, saya lupa), lalu nomat-nya 25 ribu.. nggak terlalu jauh dari harga tiket 21 yang udah di mall-mall lain.. katanya untuk film amrik & non amrik dibedain harga tiketnya, tapi karena kemarin nonton film amrik jadi belum tau harga tiket untuk film non amrik..



sambil nungguin jam puter, saya duduk bentar di function room-nya.. ada 3 sebenernya, tapi saya milih yang ada ada sofa-sofa plus bantal-bantal kecil.. mikir-mikir, mungkin bisa bobo-bobo dulu sambil nungguin film.. tapi nggak, 'lah.. wong ndeso banget.. ^^;

mari kita mulai misi, ngejelejah blitz.. auditorium-nya ada 11 buah, yang paling blitz jagoin tuh auditorium 1 dan 2.. setelah naik eskalator yang panjang banget nuju ke atas, saya dapetin kalo ternyata blitz punya balkon sebagai alternatif bagi penonton-penonton yang merasa kurang dengan fasilitas reguler-nya blitz.. sayangnya belum dibuka untuk umum, jadi saya cuma mondar-mandir bentar di luarnya yang luks itu..
setelah main ke toilet (yang bersih, tapi jadi agak serem & remang-remang karena pake dinding hitam.. tapi blitz nyediain toilet khusus untuk orang yang pake kursi roda.. menarik juga, karena jarang bioskop yang punya pikiran untuk nyediain fasilitas ini) untuk ngebuang yang nggak perlu, akhirnya saya masuk ke auditorium 1.. alamak itu layar, gede banget.. ruangannya didesain ala teater, dan kayaknya setinggi 4 lantai, deh.. langit-langitnya jauh banget.. baris terdepan tuh huruf t, dan kursi terpojok tuh nomer 34.. katanya bisa nampung sampai 600 orang lebih.. dan itu pun jarak ke layarnya nggak terlalu deket meskipun masih harus mendongak kalo duduk di baris terdepan karena layarnya gede.. bisa bayangin..?
penampilan kursinya agak kaku, kecil dan sela antar kursi lebih rapet dibanding 21, tapi ternyata nyaman juga diduduki selama 2 jam masa puter film.. dan ternyata blitz juga nyediain lokasi khusus lagi untuk penonton yang pake kursi roda.. salut, blitz..

minusnya, beda tinggi antara kursi kita dengan kursi di depannya masih kurang, jadi kalo rada nyender ke belakang tuh kepala penonton di depan rada ngehalangi..
saat lampu mulai agak diredupkan, muncul 'aturan main' kayak jangan nyalain hp & sebagainya yang umum itu dengan presentasi semacam shockwave flash yang cukup rapi, lalu animasi 'corporate identity'-nya blitzmegaplex yang lumayan bagus, terus sound check dari dolby yang ngeyakinin saya bahwa sound system-nya blitz memang oke banget.. trailer pertama dan yang paling menarik pun diputer.. film indonesia , besutan selanjutnya dari joko anwar (kesohor dengan janji joni), judulnya kala.. trailer-nya cukup provokatif walau singkat, dan mirip film-film noir amrik.. tapi, hikmah yang saya dapet tuh seenggaknya blitz masih menganggap karya anak negeri sebagai salah satu komoditinya..
setelah film selesai, tiba-tiba lampu-lampu udah dinyalain sebelum credit title.. wow, ternyata bahan layarnya beda dengan layar 21, walaupun lampu (blitz ngegunain lampu neon berwarna biru untuk ngedukung lampu-lampu kecilnya) udah menyala tapi layarnya tetep bisa munculin gambar yang mumpuni dan nggak kalah ama lampu ruangannya.. dan blitz konsisten untuk muter filmnya sampai credit title habis diputer.. sip, deh..
dan saya pun pulang dengan hati tenang, walau perut laper.. ah, beli ketoprak deket rumah aja, deh.. hitung-hitung penghematan setelah nonton.. ^_^

Selasa, 03 April 2007

Berbagi Suami

Tadi pagi nonton Panorama SCTV terus ada dvd Berbagi Suami
wah...ternyata dah keluar.., kayaknya mulai nyisihin duit buat beli nih
dvd..

Kamis, 29 Maret 2007

Nonton NagaBonar Jadi 2




Belum nonton neh.., sabtu ini rencananya setelah lembur. Mungkin ini
satu2 nya film indonesia yang pengen inna tonton selain Berbagi Suami
yang dvd belum ada juga sampai sekarang. Setelah inna kapok dipaksa
temen nonton fillm "horor" jadi agak harus milih2 nonton
film apalagi film indonesia karena jujur aja, agak kurang sreg aja ama
film indonesia (ini ga ada hubnya kok ama nasionalisme). sejak denger
Naga Bonar mau dibikin sekuelnya, dan yang maen Dedi Mizwar !!!, maka
nih film emang kudu wajib ditonton. Agak terinspirasi juga karena
ada Tora Sudiro (untungnya film ini genrenya komedi, karena
menurut ku doi ga cocok maen film serius.. ). bagus ga ya??? dah ada
yang nonton belum.???