Total Tayangan Halaman

Senin, 29 Maret 2010

Menatap Tambora Pasca Membara




Api itu melalap semua yang mereka pernah rasa.
Atap, dinding, bahkan alasnya tiada bersisa.
Mereka mencoba bertahan dengan cara sendiri.
Tidak tampak wajah sedih atau meratapi.
Toh air mata tidak akan mengembalikan puing menjadi tembok.
Toh sesal tak akan mengubah abu menjadi beras.
Teman,
Jangan biarkan api itu turut melalap yang kita rasa untuk mereka.
Mari lalukan sesuatu.

Note:
Ratusan rumah habis terbakar akibat kebakaran di Tambora beberapa waktu lalu. Meninggalkan jiwa terlunta-lunta tanpa atap dan makanan yang cukup. Masyarakat Tambora masih membutuhkan uluran tangan kita terutama untuk persediaan susu untuk bayi dan anak-anak, selimut, alat2 tulis, dan seragam sekolah. Penyaluran bantuan bisa melalui..... Kami tunggu partisipasinya.
Terima kasih.

------------prolog by Marisna Nina

thx to:
Komunitas Multy Border Play n my dear Casey.

4 komentar:

  1. Hua kagak mau pake nama yg ada bordernya :-D

    BalasHapus
  2. jadi ingat waktu gempa di Liwa tahun 94..
    aku tidur di tenda gini lo..

    ikut perihatin na

    BalasHapus
  3. Turut prihatin... Semoga kejadian serupa tidak terulang lagi ya Ni...

    BalasHapus